Kamis, 16 Juni 2011

METODOLOGI PEMBELAJARAN BAHASA ARAB

A . Konsep-Konsep Pokok

Pembelajaran bahasa sebagai suatu disiplin ilmu dibangun berdasarkan teori-teori ilmu jiwa (psikologi), ilmu bahasa (linguistic), dan ilmu pendidikan (pedagogi)
Metode pembelajaran bahasa, termasuk bahasa arab, berkembang dari masa kemasa seiring dengan perkembangan teori-teori yang melandasinya, hasil-hasil penelitian dan eksperimentasi dalam pembelajaran bahasa, disamping perkembangan tuntutan kebutuhan masyarakat dibidang bahasa.

Pemahaman:
Pendekatan, sikap atau pandangan tentang sesuatu yang biasanya berupa asumsi atau seperangkat asumsi yang saling berkaitan.
Madhol huwa tuhayyiatu ta’limiyah ‘aaam taqumu ‘ala iftirodh wakhidan au aktsar dzi ‘alaqoti binadzhriyati shorihoh au dhomniyah.
Metode, sebuah prosedur untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Thoriqoh hiya ayatun majmu’a min ijroat tadris tabi’ limadzhab ma.
Teknik, kegiatan spesifik yang diimplementasikan dalam kelas, selaras dengan metode dan pendekatan yang desiplin.
Uslub huwa kayfiyatu mukhaddah litanfidzu ajro’.

B. Dasar-Dasar Teoritis Pembelajaran Bahasa

1. teori Psikologi
Para ahli psikologi pendidikan sepakat bahwa dalam proses belajar mengajar terdapat unsure internal; bakat, minat, pengalaman. Dan unsure eksternal: linkungan, guru, buku, teks dll.

Dua aliran psikologi diantaranya;
Madrasah sulukiyah (behaviorisme): tokohnya adalah Pavlov (1849-1939) yang menghubungkan stimulus dengan respon. Menurut aliran ini, factor-faktor eksternal mempunyai peranan yang sangat penting dalam proses belajar mengajar, “merekayasa lingkungan pembelajaran adalah cara yang efektif untuk mencapai tujuan. Aliran ini melahirkan Thoriqoh sam’iyah safawiyah yang menekankan pada latihan, drill, ,emghafal kosakata, dialog, teks bacaan dan pada sisi luar bahasa (pola, struktur, kaidah)dari pada kandungan isi dan kemampuan interaksi dan komunikasi.
Madrasah thobi’iyah ( nati fi sme) diantara tokoh pengikutnya Noan Chomsky yang berpandangan bahwa setiap manusia memiliki kesiapan fitriyah (alami) untuk belajar bahasa. Setiap anak yang lahir telah dibekali dengan piranti pemerolehan bahasa atau L.A.D (language acquisition devaice)




2. Teori Linguistik
Aliran structural dipelopori dari swiss Ferdinand de Saussure (1857- 1913), kemudian dikembangkan secara signifikan oleh Leonard Bloomfield. Diantara pandangannya tentang bahasa adalah, bahasa pertama-tama adalah lisan, bahasa dapt diperoleh melalui kebiasaan, sumber pertama bahasa adalah penutur bahasa tersebut, dll……karena itu pembelajaran bhasa harus………
Aliran Generatif Transformatif tokoh utamanya adalah linguis Amerika Noan Chonsky diantara pandangan tentang bahsa adalah membedakan dua struktur bahasa, kemampuan berbahasa adl sebuah proses kreatf, banyak unsure-unsur kesamaan diantara bahsa-bahasa dll

C. Perkembangan Metode Bahasa Arab
Sejarah mencatat bahwa bahasa arab mulai menyebar keluar jazirah Arabia sejak abad 1H atau abad 7M, karena bahasa arab selalu terbawa kemanapun islam dibawa.
Sulit diperoleh referensi yang dapat menunjukkan bagaimana bahasa arab dipelajari oleh orang-orang non arab pad masa penyebaran island
Diduga bahwa cara belajar mengajar bahasa arab pada masa penyebaran islam kurang lebih sama dengan cara belajar mengajar bahasa latin yang berlaku pada saat itu, dengan alas an: 1.adanya kesamaan waktudiantara penyebaran dan dominasi bahasa latin di eropa dengan penyebaranbahasa arab diwilayah kekhalifahan islam. 2.adanya kesamaan tujuan belajar mengajar yaitu untuk mengkaji teks sastra dan keagamaan, 3. adanya hubungan yang intens antara arab dan eropa dalam pewarisan ilmu pengetahuan yunani kuno, melalui penerjemahan dari ytunani ke arab, kemudian dari arab ke latin.
Arab dan islam mengalami kemunduran sampai abad ke 18, sememtara eropa justru mengalami renaisans (kelahiran kembali/ pencerahan)
Invansi napoleon Bonaparte ke mesir th 1798 telah membuka mata dunia arab dan islam ttg berbagai kemajuan di eropa
Mohc.ali basha penguasa mesirt saat itu telah mengirimkan tiga gelombang para pemuda untuk study di eropa
Sejak saat itulah metode pengajaran bahasa yang berkembang di eropa diadopsi dan digunakan secara luas dimesir, demikian juga di Negara arab lainnya.

D .Pengembangan Pembelajaran B. Arab di indonesia
Bertujuan untuk memenuhi kebutuhan seorang muslim dalam menunaikan ibadah, khususnya sholat. Karena itu maka yang diajarkan adalah do’a-do’a dan surat pendek dari juz’ammah dengan menggunakan kitab yang biasa disebut teretan dengan metode abjadiyah
Pengajaran bahasa arab dengan tujuan untuk pendalam ajaran islam yang tunbuh dan berkembang di ponok pesantren, dengan materi fiqh, hadist aqidah, nahwu dll metode yang digunakan adl metode gramatikal terjemah
Pada awal abad 19 seiring dengan banyaknya alumni dari timur tengah terutama dari mesir, maka berkembanglah pembelajaran bahasa arab dengan menggunakan metode langsung (thoriqoh mubasyarah) yang banyak diterapkan sarjana alumni timur tengah di perguruan islam modern
Pembelajaran bahasaarab di sekolah-sekolah formal. Menurut Wajiz Anwar (1971) pengajaran bahasa arab pada masa ini adl bentuk yang tidak menentu hal ini dapat dilihat dari:1. segi tujuan, terdapat kerancuan antara mempelajari bahasa arab sebagai tujuan menguasai kemahiran berbahasa/ sebgai alat untuk mengetahui pengetahuan lain. 2. segi jenis bahasa yang dipelajari bahasa arab klasik, modern. 3. segi metode, terdapat kegamangan antara mempertahankan yang lama dan menggunakan yang baru.


E .madhol ta’limi lughoh arabiyah

1. Madhol Insani
Ihtimamu biddirosah kainsanu laisa mujarrodu alat tatalaqo matsirotu litasdiru istijabat ukhro, ayastahdifu tutsiqu sholatu bainan nas min mukhtalifa staqofah, wa awalu khuthwati litahqiqu dzalik hiya itahatu alfursah lithullab min staqofah al mukhtalifat liyatahaddastu ‘an anfusihim, waya’biru ‘an masya’arihim wayatabaddal kulla minhum ma’a akhorin ma ‘indahum.

Wa ta’limu lughoh ajnabiyah min kholalin tsalasta asbab:
Syarohu wa taudhih wa tadribu thullab ‘ala memarisatun lughoh fi muwafiqu mukhtalifah.
Tamstilu dauro litadribu thullab ‘ala istijabah fi muwafiqu fiha darojati musyarikah wajdaniyah wa na’uha
Taqdimu namudzaj alladzi yumkinu thullab ayyahtadziah.

2. Madhol taqonni
Hadza madhol ta’tamidu ‘ala wasail ta’limiyatu wa taqniyatu tarbawiyah fi ta’limi lughoh. Yastahdifu madhol taqonni tufiru siyaqu yudhohu ma’ani kalimat wa tarokib wa mafahimu tsaqofiyati jadidah wadzalika ‘an thoriqo isti’malu suro wa khoroith wa rasumati wa numadzaju hayyatu wa bithoqoh waghoiriha, mimma yusa’idu thullab ‘ala ta’rifu darisin bidilalati klimat ajnabiyah.
Min musykilati hadza madhol hiya ‘adamu tufiro mawadi ta’limiyatu jayyidah, kifayatu mu’alim, wa ta’dziru syaraha kalimat mujarroda allati yumkinu tudhihuha bi tarjamah.

3. Madhol tahlili
Lughowi asasan
Mayani ‘ala abhast ilmu lughoh ijtima’I wa ilmu dilalah, wa ‘amaliyatu kalam, wa tahlilu khithob, mufahimu afkar wa wadhoif
Yatathollabu min madrosin tahlilu hajat lughowiyah kama yatathollabu manhaj lughoh jaded wa manhaj wadhzifiyah mabaniyah ‘ala fikroti, wa manhaj dzu aghrodhi khossooh
yastalzamu i’dadu ta’limiyati jadidah
La tantholiqu min mabadi nafsiyah au tarbawiyah khossoh biddaris, wa tamsilu mafahim madhol maqolli


4. Madhol ghoiru tahlili
Yastandu ila mafahim ilmu lughoh nafsi wa mafahim tarbawiyah
Yatathollabu fi ta’limi lughoh fi muwafiq hayyatu thobi’iyati. Wa yarkazzu ‘ala maudhu’at tata’allaqu bihayati tholib wa jawanib insaniyah ‘ammatu
Yarkazzu ‘ala tufira iktisabu lughoh walaisa ta’limuha faqath
Yustastiru dafi’iyyati daris min khilali ittisol bin nathiqin bi lughoh wa musyarikah fi muwafiqu ittisol haqiqiyyati


5. Madhol ittisoli
Ahammu mafahim lihadza madhol:
Mafahimu lughoh: hadafa ta’limu lughoh huwa isti’abu kifayatu ittisoliyah (qudrotu fardi ‘ala isti’malu lughoh fi muwafiqu ijti’iyyati mukhtalifah)
Mafahimu nafsiyah: yatabanni ‘ala iktisabi lughoh walaisa ta’limuha (‘amaliyatu syu’uriyah) wahunaka tsalatsatu malamikh roisiyyatu lilinsyithot ittisoliyah:

Wujudi fajwatu ma’umat
Qudrotu ‘ala ikhtiyar
Taghdziyatu roja’ah


F .thoriqotu Ta’limi lughoh arabiyah

1. Thoriqotu nahwi wa tarjamah
Min aqdimu thoroiq allati istakhdamat fi ta’limi lughoh ajnabiyati wata’udu ila ‘ashr nahdhoh fi biladi urubiyah (abad 19), wamazalat tastakhdimu fi ‘adadi min biladi ‘alim.
Hadafuha awwal tadris qowaid lughoh ajnabiyah, wadafa’a tholib ila hifdzuha wa istadzharuha
Yutimmu ta’limu lughoh ajnabiyah ‘an thoriqoti tarjamah baina lughotain : lughoh um wa ajnabiyah
Tahtammu bi maharati qira’ah wa kitabah (lughoh maktubah biddarojati ula, wahadza iftirodh munsyaahu tadris lughoh ktltsikiyah khossoh atiniyah wa yunaniyah)
Yambaghi lita’limi ajnabiyah aiyakuna istintajiya/ istimbatiyah (min ‘ami ila khos)
Tarkazu ‘ala mufrodat min bidayah, wamin kholali qowaim mufrodat tsinaiyah lughoh.

Khothwatu istikhdam thoriqoti nahwu wa tarjamah :
qo’idah nahwu
qo’idah mufrodat
tamrin tarjamah

Mazaya wa masawi thoriqoh nahwu wa tarjamah
Mazaya hadza thoriqoh
Ø Innaha munasibah ‘adadi kabiroh min thollab
Ø Innaha tisa’idu ‘ala darasin yasthorun ‘ala maharo qiro’ah wa kitabah fi aqshor waqot
Ø Innaha munasabah lijami’I mustawiyat lughoh (mustawa ibtidai wa mustawa wa mutaqoddim)
Musawi hadzihi thoriqoh
Tanhkasiru ‘ala maharoti qiro’ah wa kitabah wa tahmilu maharo istima’ wa kalam ma’a annaha maharo ittisoliyah alan lughoh hiya kalam asasan
Ihmalun nathiq
Ihmalu wadhzifah ittisoliyah lughoh


2. Thoriqoh Mubasyaroh
Dhzoharat hadzihi thoriqoh fa’al lithoriqoti nahwu wa tarjamah, wamin malamih hadzihi thoriqoh:
Hadafa asasiya huwa tanmiyatu qudroti tholib ‘ala ayyafkara bil lughoh madrosah walaysa bilughotihi ula
Yakhrimu istikhdam ayatun wa sithoh
Nahwu wasilatun litandzhomi ta’bir lughoh, wayutimmu ta’limuhu bi uslub ghoiru mubasyaroh min kholali ta’biru wal jamal.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar